Kuliner

Serunya Menikmati High Tea di 33 Degree Skybridge

DSC02050

 

Tadinya saya nggak ingin kemana-mana, sehabis lebaran, mudik lebaran dan berkutak dengan banyaknya deadline kerjaan, setrikaan, cucian dan segala macam pekerjaan yang tertinggal sisa-sisa libur lebaran kemarin, inginnya di rumah saja, menyelesaikan semuanya. Ditambah tiba-tiba badan nge-drop. Kaget dengan pola makan yang berubah dan pencernaan jadi terganggu. Makan jadi banyak tanpa aturan dan jadinya begah, nggak sehat lah intinya, kolesterolnya jadi naik, karena apa saja dimakan dan berat badan jadi nambah. Hehe (more…)

Advertisements

Hokben Berbagi Kebaikan

DSC01436

Ngomongin Hokben, saya jadi ingat postingan saya beberapa tahun yang lalu di sini. Ternyata ini sudah lama banget sejak saya malam-malam berburu midnight sale di Cibinong City Mall dan bertemu ibu-ibu yang sedang gencar mencari sumbangan di antara hiruk pikuk kemacetan jalan, yang memanfaatkan momen Ramadan untuk memberi dan mencari kebaikan, berbagi dengan sesama yang membutuhkan uluran tangan. (more…)

Cara Mudah Membuat Crepe Signature

WhatsApp Image 2018-03-30 at 10.28.33

Kalau boleh jujur, saya bisa dibilang jarang sekali makan Crepe, tau ada yang namanya Crepe itu saja dari adikku, yang dulu sering beli di pinggir jalan. Kalau ditilik dari artinya (mengutip dari Wikipedia), Crepe ini adalah semacam panekuk tipis yang terbuat dari campuran Gandum, Gula, Garam, Susu, Mentega dan Telur. Dan merupakan salah satu jenis makanan yang sangat digemari di Eropa. Biasanya dibuat untuk sarapan gitu, deh. Kalau dulu adik saya suka beli Crepe yang bentuknya kecil-kecil segitiga. Isinya nggak banyak, sekali gigit sepertinya bakal langsung habis. Hehe. Tapi memang enak. (more…)

Banana Cheese Cake Dari Bika Talubi Bikin Nagih

WhatsApp Image 2018-03-16 at 00.16.51(1)

Setiap kali saya pulang ke Lampung, ada saja tetangga atau teman ibu yang nitip oleh-oleh khas Bogor, biasanya mereka nitip Talas Bogor yang ukurannya besar-besar dibanding yang ada di sana. Selain itu yang sering mereka pesan ketika saya mengabarkan hendak pulang, adalah minta dibawakan Bolu Lapis Talas yang khas itu, yang di setiap toko oleh-oleh khas Bogor pasti ada. Mungkin sudah menjadi ciri khas, ya. Tapi nggak jarang teman-teman ibu juga menitip barang lainnya, seperti Madu Hitam, yang kalau di Bogor mudah mendapatkannya. Di Lampung bukan nggak ada, tapi karena tinggal di kampung, sedikit sulit untuk mendapatkan itu, terutama terkendala dengan transportasi. (more…)

Chicking Restoran Siap Saji Khas Timur Tengah di Indonesia

Chicking-Ayam-Top-Dubai

Beberapa yang lalu saya pernah diajak makan di restoran yang menyajikan menu masakan khas Timur Tengah, yang lokasinya tidak jauh dari Stasiun Gondangdia. Nama restoran ini sangat terkenal, karena sering kali menjadi rekomendasi bagi mereka yang ingin merasakan sensasi makan dengan nuansa yang berbeda. Namun untuk saya pribadi, makan di restoran yang mahal seperti ini harus mikir 2-3 kali, apalagi jika mengingat seberapa besar hidangan satu porsi yang disajikan. Kita tidak bisa hanya makan sendiri, tapi harus beramai-ramai.

Lalu bagaimana jika sesekali ingin mencoba menu khas Timur Tengah ini? Apakah harus selalu beramai-ramai? Nah, saat ini ada solusinya, karena beberapa waktu yang lalu, saya sempat mendapat informasi, bahwa ada Chicking@ restoran siap saji khas timur tengah yang menyediakan menu-menu sehat, fresh dan original di Lulu Qbig, BSD, Tangerang. Sayang karena lokasinya agak jauh dari tempat tinggal, saya nggak bisa mencoba langsung ke sana. Dan beruntung tidak lama setelah itu, ternyata restoran ini buka gerainya cabang baru di daerah Cipinang, tepatnya di Mall@Bassura, Jakarta Timur. (more…)

Steak Maranggi Magnet Baru Dari Purwakarta

Bukannya Purwakarta dikenal dengan Sate Maranggi? Kok Steak? Mau ke barat-baratan, atau sudah tidak percaya lagi dengan ciri khas kuliner sendiri? Atau?

Sudahlah.. buang jauh-jauh pikiran yang membuatmu seperti orang krisis identitas. Kita tak perlu memikirkan hal yang tak perlu diperdebatkan. Steak atau Sate pada intinya sama, toh, hanya beda nama, cara masak dan bumbunya pun sama. Lalu kenapa festivalnya lebih menonjolkan atau mengenalkan Steak, bukannya Sate saja? Eh, tapi Sate Marangginya saja sudah enak, apalagi Steaknya, ya?

(more…)