Cerita Biasa

Tips Membeli Sepatu Secara Online

nike_nike-wmns-air-max-motion-lw-se-sepatu-olahraga-biru-844895-400_full01

Sekarang untuk membeli keperluan dan kebutuhan sehari-hari semakin gampang, karena banyaknya tersedia barang melalui online shop. Mau apa saja, kita tinggal klik. Apapun yang kita inginkan dan butuhkan selama punya cukup uang, semuanya menjadi lebih mudah. Termasuk dalam membeli sepatu secara online.

Membeli sepatu ataupun alas kaki lainnya ini memang harus sedikit berhati-hati. Karena nggak semua alas kaki yang kita idamkan sesuai ekpetasi, ketika sudah sampai di rumah ternyata sangat mengecewakan. Berikut tips ringan ala saya, yang mungkin bisa ditiru dalam membeli sepatu online. (more…)

Zoya Eau De Toilette Marigold Wanginya Sangat Menggoda

WhatsApp Image 2018-02-24 at 00.41.13

Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu, berapa tahun ya? Sepertinya waktu saya masih SMA, itu berarti sudah lama banget. Jaman masih remaja deh, jaman-jamannya masih puber dan kelenjar keringat yang keluar banyak banget dan rentan sama yang namanya bau badan. Dan dulu, karena saya di Kampung untuk beli peralatan body care macam diodorant atau parfum itu nggak mudah seperti anak jaman sekarang. Selain karena di kampung susah nyarinya, yang dijual juga cuma bedak buat ketiak itu, kalau nggak salah namanya MBK dan Harum Sari. Nggak tau kalau sekarang itu masih ada atau nggak. Dulu sih katanya ampuh buat menghilangkan bau badan, tapi ketiak jadi burket alias bubur ketek hehehe. Terus jadi ingat iklan diodorant yang modelnya Melly Manuhutu. Itu melekat banget dan saya sering diledekin karena namanya sama. Apa kabarnya ya dia sekarang? (more…)

Bogoh Ka BLO9OR

WhatsApp Image 2017-10-17 at 22.26.03

Tiba-tiba saya ingat sebuah lagu, mengenang perjalanan bersama Blogor, komunitas Blogger Bogor yang saya ikuti sejak 9 tahun lalu. Dan jika dihitung-hitung umur Komunitas Blogger Bogor ini sama dengan usia saya selama ini menjadi blogger, sejak tahun 2008 lalu. Namun, Blogor sendiri diketahui sudah berdiri sejak tahun 2007 oleh sesepuh Blogger Bogor yang aktif pada saat itu hingga sekarang. (more…)

Katanya Iqbal Nggak Cocok Menjadi Dilan

Foto dari instagram @falconpicture_

Saya lupa kapan pertama kali ngabisin baca novel dalam sekali duduk. Ntah itu novel berat atau ringan. Yang saya ingat terakhir kalinya baca novel sampai habis itu beberapa tahun yang lalu, waktu membaca buku Taj Mahal karangan John Shors. Setelah itu, sepertinya saya belum membaca lagi novel sampai selesai. Belum ada yang menarik hati, jadi seringnya saya tinggalin ketika novel yang saya baca itu baru separuh jalan. Terutama jika alur ceritanya sudah mudah ditebak, banyak typo dan temanya standar.

Apalagi sekarang, sehari-hari nggak bisa lepas dari gadget. Baca buku jadi sebuah kegiatan yang sangat istimewa buat saya. Tapi dari pada saya nggak baca buku sama sekali, gadget memang jadi pilihan terbaik untuk melepas penat. Contohnya, sekarang saya lebih banyak koleksi e-book dari pada buku fisik. Beberapa judul buku yang selama ini saya cari, harganya lebih murah jika membeli dalam bentuk digital dibandingkan buku dalam bentuk kertas. (more…)

Pembunuhan Demi Kehormatan

Honor Killing, foto.BBC

Sudah seminggu ini saya lagi suka banget sama Drama China yang tayang di Nusantara TV (Digital). Judulnya The Lady In Cubicle (2014), drama romantis yang bercerita tentang lika liku persaingan di lingkungan kantor. Menarik karena banyak pesan-pesan bagaimana menghadapi orang-orang yang oppurtunis dengan pekerjaan, yang manis di muka tapi julid di belakang, ini bahasanya ter-lambe turah banget ya. Hehe.

Tayangnya setiap hari jam 8 malam. Jadi sebelum tayang biasanya saya akan standby di channel Nusantara TV (NTV) sambil istirahat dan makan malam. Di jam-jam ini NTV selalu menayangkan topik seru seputar isu kekeraan terhadap perempuan di dunia. Yang menarik dan menggelitik, beberapa hari lalu, bahasannya tentang honor killing atau pembunuhan demi kehormatan yang terjadi di Pakistan. (more…)

Postingan Baper Awal Tahun

Dan #BestNine2016 pun tau bagaimana membuat cerita yang berkesan di 2016 kemarin. Hahaha

Saya ingin ceritain kisah dibalik foto-foto yang dikompilasi sama Best Nine 2016 dari akun Instagram saya. Nggak banyak yang saya posting cuma 206 foto/video dengan 7.275 likes. Okeh, saya ceritain aja ya, dimulai dari foto pertama dari kiri atas. Yang baca nggak usah baper, cukup saya saja. 😀


Foto satu, Pantai, di Pulau Pahawang, itu hadiah terindah setelah sedih gagal ke Ternate pas momen Gerhana Matahari tahun lalu bareng @detikcom karena sakit terserang Demam Berdarah dan harus bedrest hampir 2 minggu lebih. Lalu Allah menggantinya dengan pantai yang memang saya butuhkan, butuh piknik tanpa embel-embel harus buat reportase setelahnya. Ke Pulau Pahawang itu gratisan, hadiah dari seorang teman, namanya Mak Irul, teman blogger dari Jogja.


Pulau Pisang dijepret @feriakabudi


Foto 2, Pantai , di Pulau Pisang, saya bermimpi berada di Pulau ini tahun 2014 silam. Ada khayalan yang saya putar di otak, lalu tiba-tiba khayalan itu menjadi nyata. Tadinya saya nggak mau, nggak berani melihat nyata itu di depan mata, tapi saya nekat mewujudkannya, yang berakhir sedikit ada something trouble dalam hati saya. Uhuk!
Tapi nggak apa-apa, inilah hidup… kita nikmati saja. Ke Pulau Pisang ini juga gratisan, saya ikut foto kontes dari akun @IniLampungYay (foto pantai di Pahawang) dengan caption yang katanya terbaik. Padahal itu caption curhat, di saat lagi galau. Tapi traveling ke Pulau Pisang kemarin itu memang sebuah keajaiban takdir jalan Tuhan. Perjalanan yang membuat saya banyak belajar lagi untuk mengerti sesuatu dan berani bangkit dari rasa sedih.

Foto 3, Laut dan Ombak, di Bukit Selalaw, Krui, saat berada di sini, saya masih kaget dengan kejutan yang Allah berikan. Apa ini? Ke Krui? Pulau Pisang? Jika kalian tau perasaan saya saat itu. Rasanya saya ingin meminum semua air laut dan menjatuhkan diri ke dalamnya. Demi Tuhan… ini seperti mimpi. Deg-degannya lebih parah dari ketakutan saya dihantam ombak saat menyeberang ke Pulau Pisang sore itu. Kaki yang saya foto itu adalah simbol, bahwa saya harus melangkah melihat dunia yang lebih luas lagi. No baper, tinggalin semua bongkahan batu yang menyesakkan dada. Sebenarnya ini susah banget diungkapin. Saya deg-degan karena ingin membuktikan sesuatu. Apakah saya cuma terbawa suasana atau memang sedang jatuh cinta. Dan saya sudah tau jawabannya apa, perasaan itu hanya seperti burung yang sedang terbang, lalu hinggap di pohon, dan pergi untuk terbang lagi.


Pulau Pisang dijepret @victorgustin23


Foto 4, Pantai, masih di Pulau Pisang. November kemarin lagi lagi saya gagal ikut perjalanan, lebih tepatnya meliput ke Madura bersama teman-teman blogger, tiket pp, hotel yang sudah saya pesan dan rencana-rencana ketemu temen blogger di Surabaya terpaksa saya batalkan. Ini luar biasa, November yang memaksa saya untuk kembali belajar ikhlas. Ada tiga masalah yang saya hadapi, beberapa teman tau saya menangis berhari-hari karena masalah itu. Rasanya saat itu saya ingin menyerah, mau bilang terserah deh Tuhan maunya apa. Saya nggak kuat lagi. Kenapa semuanya harus saya?? Kenapa?? Pertanyaan pertanyaan itu membuat saya ‘sakit’. Sakit banget rasanya merasakan itu semua. Seakan jalan jalan tertutup dan nggak ada kesempatan buat saya berlari sebentar dari kegelisahan yang saya hadapi itu.
Tapi sekali lagi Allah memang Maha Baik, saya nggak boleh berburuk sangka, tagline blog yang saya buat harus saya praktekkan bukan cuma sekedar tulisan, “Berpikir positif untuk hidup lebih baik”. Hidupmu boleh penuh dengan kerikil-kerikil yang menyesakkan dada, tapi kamu nggak boleh mengabaikan kehadiran Tuhan. Tuhan akan memberikan yang kamu butuhkan, bukan yang kamu mau, bukan nafsu sesaat, bukan gengsi apalagi egois hanya memikirkan dirimu sendiri. Think positif, think fresh! okeeeh.
Dan benar saja… Pantai di Pulau Pisang ini memang membuat saya belajar banyak hal.
Ini juga susah diungkapkan, tapi ini adalah hadiah akhir tahun yang Tuhan kasih ke saya. Dan saya bersyukur Allah menakdirkan saya datang ke sini. Selain ke Pulau Pisang, saya juga dapat hadiah dari sebuah kesetiaan.
Yang saya tau, jangan pernah takut dengan kegagalan, karena yakin Allah akan menggantinya dengan yang lebih indah.

 

Foto 5, Emak, untuk membuktikan sesuatu kamu harus melakukan sesuatu. Kata-kata ini saya ingat terus saat perjalanan kembali ke Bogor minggu lalu. Pulang untuk emak di bulan Hari Ibu. Tapi ada sesuatu yang harus saya buktikan dari kepulangan saya kemarin. Saya sedang mencoba memahami kembali diri saya sendiri. Selama ini saya melupakan siapa saya, saya seperti menjadi orang lain. Jadi, saat tau ada satu prioritas yang harus aya jalani, saya ingin memulainya kembali tahun ini. Bismillah, karena saya percaya, Allah pasti akan membuka jalan, jika saya nggak gampang menyerah.

Foto 6, Bearbrand. Sepertinya setelah saya posting foto iklan ini ada banyak yang berubah dari cara saya berpikir. Saya kembali seperti anak ABG, lalu menjadi dewasa, kembali ABG lagi dan menjadi dewasa lagi. Begitu terus…sampai saya tau, sesuatu sudah membuat saya kacau.


Foto 7, Ondel ondel di Car Free Day, Jakarta, foto selfie yang saya buat ini sebenarnya saya ingin menunjukkan ke beberapa orang bahwa saya baik-baik saja, tapi saya nggak bisa bohong, senyum dengan ondel-ondel itu palsu. Hari itu saya dihukum. Itu saja.

Orang-orang mungkin hanya melihat saya dari satu sisi, hanya sekali lihat, hanya dari foto-foto yang saya posting di sosial media, tapi mereka nggak pernah tau saya aslinya seperti apa. Saya hampir nggak perduli sebenarnya orang mau ngomong apa saja tentang saya, mau jelek atau bagus terserah mereka. Mereka punya pandangan sendiri dan saya punya kehidupan sendiri. Tapi, saya tau, saya cuma manusia biasa. Melakukan kesalahan dan merasa tak sanggup jika harus jadi omongan orang atas apa yang sudah saya lakukan.

 

Foto 8, Emak (lagi). Di suatu siang, saya melihat emak, terdiam di pinggir jendela Bus City Tour yang kami tumpangi dari mengunjungi Monas Agustus 2016 lalu. Di situ, hati saya rasanya tercabik-cabik, ingin menghindari dari tatapan banyak pertanyaan yang ingin Emak keluarkan. Tapi Emak memang tak mengeluarkan satupun pertanyaan. Dan saya tau Emak sangat mencintai saya, begitupun saya. Hanya saja…

Dan foto terakhir yang saya suka. Foto saya terlihat tersenyum lepas, tanpa beban dan memang saya melepas sedikit sedikit beban yang menghimpit di tahun 2016 lalu dengan cara tertawa. Hahahaha

Karena tertawa membuat kita dapat melihat masalah dari cara yang berbeda. Nggak usah terlalu dipikiran apalagi sampai baper berkepanjangan nggak selesai-selesai sampai harus mengorbankan banyak waktu. Cukup tertawa… seperti kata teman.

Kalau pengen nangis, nangis saja sepuas-puasnya habis itu kamu pasti bisa tertawa, menertawarkan segala hal yang membuatmu lemah tak berdaya. Nggak apa-apa terlihat sedikit gila. Nggak apa-apa, karena ini sudah 2017. Hihihi

 

Suatu Saat Nanti Siapa Yang Akan Menanam Padi?

Siapa? Kok kayaknya pertanyaan ini tuh, bikin sedih banget, ya? Siapa? Seakan-akan memang nggak ada lagi orang yang mau menanam Padi. Padahal makanan pokok kita sehari-hari itu adalah beras, yang asa muasalnya dari sebutir Padi.

Siapa?? Heiii… jawab dong. hehe.

Ya petani, lah.. memangnya siapa lagi?

Petani?

Kamu tau nggak? di kampung saya, sudah sangat jarang petani yang menanam padi, lahan-lahan pertanian yang tadinya ditanami padi, Jagung, yang sekarang tergantikan oleh tumbuhan lainnya. Lahan itu sekarang ditanami pohon Karet, Pohon Jati, pohon-pohon yang menjulang tinggi. (more…)