50 Tahun Bina Swadaya Bersinergi Bersama Kaum Muda

Bina Swadaya adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang sudah berdiri sejak 50 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 24 Mei 1967. Dan beruntung, Jumat 14 Juli 2017 kemarin saya bisa ikut merasakan dan merayakan ulang tahun Bina Swadaya yang diselenggarakan di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta. Bersama para aktivis masyarakat yang sudah terbantukan oleh adanya lembaga Bina Swadaya ini.

Perayaan ulang tahun Bina Swadaya yang ke-50 tahun ini pun diberi tajuk Hajat Setengah Abad Bina Swadaya “Merajut Swadaya Nusantara.” Sekaligus memberikan penghargaan buat generasi muda saat ini, atau dalam bahasa kekiniannya adalah generasi millenial, yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Baik alam maupun mahluk sosial. Bina Swadaya sendiri lebih fokus dan melayani masyarakat, dengan malukan berbagai aksi untuk masyakarat seperti, melakukan pendampingan, pembelajaran serta menyebarkan informasi kepada masyarakat, agar mereka lebih banyak mengetahui tentang berbagai hal.

Sebagai lembaga kewirausahaan sosial yang membangun serta mengembangkan kualitas hidup masyarakat, dan sebagai LSM tertua, Bina Swadaya tak ingin terlena dengan keberhasilan yang sudah dicapai saat ini. Untuk itu Bina Swadaya merangkul kaum muda dengan meluncurkan media massa digital yang diberi nama Trubus.id. Dalam tampilannya, Trubus memberikan dan menyajikan berbagai konten-konten menarik dan kekinian.

Sehingga dalam kesempatan itu juga, untuk ke-5 kalinya Bina Swadaya memberikan penghargaan untuk para penggiat dan pelaku kewirausahaan social dengan berbagai kategori, terutama kepada generasi millennial yang sudah berupaya membuat beragam konsep pemberdayaan masyarakat.

Tahun ini penghargaan tersebut diberi nama Trubus Kusala Swadaya, ada 8 kategori yang dipilih di kategori kelompok, yakni: Lingkungan, Pertanian, Kesehatan, Pendidikan, Kewirausahaan Sosial, Energi Terbarukan, Teknologi Tepat Guna, dan Teknologi Informasi.

Dan pemenang yang berhasil mendapatkan penghargaan dalam Trubus Kusala Swadaya 2017 ini adalah, Hysteria, Virage Awie, Reka Agni dan Lodan Doe.

Hysteria ini merupakan komunitas dari Semarang yang peduli terhadap isu perkotaan, anak muda dan komunitas. Visi Hysteria ini menumbuhkan ekosistem kebudayaan yang baik. Komunitas yang lahir 11 September 2014 ini, saat ini sedang membangun jejaring seniman maupun penggiat perkotaan skala nasional maupun international. Jika ingin tau lebih banyak tentang Hysteria, bisa lihat kegiatan mereka di Twitter: @grobakhysteria Instagram: KolektifHysteria atau di websitenya http://www.grobakhysteria.or.id.

Sedangkan Virage Awie ini adalah kelompok dari Cimahi yang mengembangkan industri kreatif di masyarakat dengan memanfaatkan bambu. Bambu-bambu ini diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, yang dapat membantu menanggulangi masalah pengangguran. Kelompok ini ingin menghilangkan stigma masyarakat tentang Bambu yang tidak ada harganya. Sehingga mereka mengolahnya menjadi produk-produk yang berkualitas dengan harga jual tinggi. Produk-produk Virage Awie saat ini sudah terkenal sampai ke mancanegara, terutama untuk beragam alat musik yang terbuat dari bambu, seperti gitar, biola,  drum maupun bass.

Reka Agni adalah perempuan asal Desa Cihaur, Sukabumi yang memenangkan penghargaan Trubus Kusala Swadaya kategori individu yang mempraktekkan konsep agroekologi. Beliau terpilih karena berhasil memberdayakan tahan bekas gambut menjadi lahan pertanian yang menghasilkan produk pertanian yang dikemas dan bernilai jual. Serta membangun jaringan pemasaran alternatif untuk produk yang dihasilkan. Salah satu produk andalannya adalah beras merah dan produk keripik pisang.

Terakhir, untuk kategori khusus diberikan kepada Lodan Doe, komunitas dari Adonara, NTT, yang bergerak mengkoordinir sejumlah kegiatan untuk mengatasi berbagai masalah kebutuhan sehari-hari di sana. Pendirinya bernama Bernadette Deram, yang telah berhasil mendirikan koperasi Pekka.

Di malam penghargaan itu juga, hadir perwakilan dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, yang akan meresmikan buku Palugada “Hajat Setengah Abad Bina Swadaya”

Yang menarik lagi di acara perayaan ulang tahun Bina Swadaya ini, dihadirkan juga atraksi0-atraksi musik menggunakan alat musik bambu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s