Semaka Tour: Air Terjun Way Lalaan

air terjun way lalaan

Air terjun Way Lalaan. Foto: Ade

Dipostingan saya sebelumnya, saya bilang petualangan kami (team medsos) belum berakhir dan akan dilanjutkan ke air terjun Way Lalaan. Masih dalam rangkaian D’Semaka Tour hari pertama di Festival Teluk Semaka ke-7 yang rutin dilaksanakan setiap tahunnnya oleh pemerintah daerah Tanggamus.

D’Semaka Tour ini sendiri sebenarnya bertujuan untuk membantu mempromosikan potensi wisata daerah Lampung, khususnya yang ada di Tanggamus.

Air terjun Way Lalaan, way dalam Bahasa Lampung artinya air/sungai. Nama tempat ini pasti sudah nggak asing lagi buat sebagian orang, terutama buat orang Lampung. Tapi buat saya sendiri (yang katanya orang Lampung) nggak benar-benar tahu dimana letak Way Lalaan, bahkan saya pernah berpikir jika Way Lalaan itu beda tempat dengan Tanggamus.

Karena jarang lihat peta, saya jadi tidak tau kalau mau ke Tanggamus itu masih searah dan akan lurus terus dari Gedong Tataan-Pringsewu hingga ke Gisting-Kota Agung-Wonosobo yang masuk dalam kabupaten Tanggamus dan nantinya jalan terusnya hingga ke Krui sana (Lampung Barat). (OMG-saya memang nggak gaul).

kota-agung

Teluk Semaka

way-lalaan

Lokasi dan letak Air Terjun Way Lalaan 1-2 (lihat angka)

Seperti yang saya bilang kemarin, untuk mencapai Kota Agung, dari Bandar Lampung itu tidaklah sulit, jarak tempuh 2.5 jam itu nggak kerasa karena memang jalanannya mulus dan bagus banget, dengan pemandangan kiri kanan jalan rumah-rumah warga, hutan, sawah dan sebagainya.
Di Kota Agung-nya sendiri banyak penginapan (hotel) murah, transportasi umum juga cukup lancar, banyak bus jurusan antar kota dalam propinsi yang melewati jalan ini, jikapun ingin santai bisa membawa mobil sendiri atau naik travel dengan harga yang tidak terlalu mahal (sekitar Rp.50ribuan).

Terletak di Jalan utama Kota Agung-Balimbing di Pekon (Desa) Kampung baru, Kota Agung Timur. Kita akan dengan mudah menemukan lokasi dimana air terjun Way Lalaan ini mengalir, Tugu/Gapura selamat datang sebagai pintu masuk nampak dipinggir jalan. Jika dari arah Bandar Lampung adanya disisi sebelah kiri, tidak jauh dari komplek pemda Tanggamus diseberangnya. Dari pintu masuk ke air terjunnya sendiri cukup berjalan kaki sekitar 200m.

Disitu ada dua air terjun Way Lalaan yang jatuh dan mengalir (Way Lalaan 1 dan 2), dari aliran sungai yang nantinya akan bermuara ke Teluk Semaka.

Yang pertama kali kami datangi adalah Air Terjun Way Lalaan 1, tempat yang sudah terkenal dan konon ramai dikunjungi dari jaman Belanda dulu, bahkan sampai dibuatkan oleh Belanda, tangga semen untuk bisa digunakan pengunjung turun kebawah agar mudah menikmati sejuknya air yang jatuh dari tebing bebatuan. Tempat yang sangat indah dengan alam yang sejuk dipandang mata. Wajar kalau tempat ini menjadi salah satu tempat tujuan utama wisatawan terutama di Tanggamus.

air terjun way lalaan

Air terjun way lalaan satu Foto: @eviindrawanto

Mungkin karena bisa dibilang saya hampir nggak pernah traveling, menemukan tempat seperti ini apalagi di Lampung, tanah kelahiran saya, membuat saya takjub. Ya Allah, kemana aja saya selama ini? Cuma sering mendengar tapi belum pernah melihat secara langsung, jadi malu sendiri ketika ditanya orang-orang luar daerah dimana tempat wisata yang asik kalau di Lampung.

Dari informasi yang saya dapat, pemda Tanggamus terus berinovasi untuk menarik wisatawan berkunjung ke air terjun way lalaan ini, dengan menyediakan kegiatan outbond, flyngfox dan lainnya yang sudah bisa digunakan dan dinikmati pengunjung liburan akhir tahun ini, Desember 2014.

Setelah puas melihat dan menikmati Way Lalaan 1 dengan ketinggian sekitar 3 meteran, kami lalu diajak untuk mengunjungi Way Lalaan 2 yang berjarak 100m dari way lalaan 1, dan baru dibuka untuk umum (wisatawan) beberapa waktu lalu.
Saya pikir ketika saya melihat tebing tinggi yang kami lewati menuju way lalaan dua, kami akan langsung menemukan keindahan itu lagi. Tapi nyatanya, pertualangan baru (setelah naik gunung) yang kami namakan jebakan betmen itu akan dimulai lagi.

Pendakian ke lereng gunung Tanggamus ternyata bisa dibilang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan bagaimana adrenalin saya ditantang untuk mencapai air terjun way lalaan dua ini. Tebing yang curam kebawah seperti jurang dengan jalan tanah yang licin, banyak pacet, tumbuhan tajam dimana-mana juga tanah yang baru saja longsor. Dan kalau saya tidak hati-hati bisa saja saya ikutan ngegolosor kebawah, itu semua jadi tantangan yang membuat saya terus berdoa sepanjang jalan..haha. Dijalan saya bertanya, apa pulangnya lewat sini lagi? karena membayangkan medan yang aduhai berat itu bikin saya kehilangan kepercayaan diri, apalagi pas melewati turunan dengan bantuan tangga kayu yang kecil. Selip sedikit saya bisa jatuh.

Nanti pulangnya kita nggak lewat sini, tapi di seberang sana, nggak jauh kok jadi bisa lebih cepat” kata mas Amir panitia yang mendampingin kami. Lalu saya mengintip dari celah pohon-pohon dimana tangan mas Amir menunjuk.

Saya hanya menjawab, “Oh, gitu?” tapi dalam hati mencelos,”‘masa sih, mas? kok kayak nggak ada tanda-tanda mau nyampe air terjun ya?“. 😀

air-terjun-way-lalaan-2

Menembus hutan. Foto: @halim_san

air-terjun-way-lalaan

Kita seperti Ninja Hatori, mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke Samudera, bersama teman berpetualan 😀 Foto: @halim_san

Sekitar 10 menit kami akhirnya tiba di air terjun way lalaan 2. Pepatah yang mengatakan, “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” itu memang benar adanya. Way Lalaan satu memang indah, tapi tak seindah perjuangan kita untuk untuk melihat air terjun way lalaan dua. Decak kagum melihat air yang jatuh dengan ketinggian hampir 5 meter itu jadi penyembuh lelah dan beratnya pencapaian kami kebawah. Masya Allah…

Disana teman-teman yang lain sibuk memotret dan mandi, rasanya sayapun pengen ikut juga nyebur ke air yang dingin menggoda iman itu. Tapi…

Setelah cukup puas, seperti biasa kamipun dipaksa udahan sama mas Hanung kw 3. Dengan diiming-imingi pesta duren kami lalu segera beranjak dan bersiap untuk pulang.

Lewat sini, ya..teman-teman” ujar mas Hanung mengarahkan kami sambil berjalan kearah tebing bebatuan yang sedikit lumutan, dengan kemiringan hampir 90derajat. Glek.

Saya terdiam sejenak memandang rute yang akan kami lewati, mereka menyebutnya rute evakuasi, karena jalanan diseberang yang kami lewati saat berangkat tadi memang rawan longsor.

OMG, ini mah jebakan betmen superboy spiderman and kingkong. super Gileee…hahahaha.

Yang lebih parahnya kalau nggak hati-hati beneran bakal terperosok kejurang, apalagi pas melewati tangga sebatang bambu yang berdiri tegak dan ala kadarnya itu, kaki saya hampir nggak bisa diangkat karena gemetar melihat jurang disampingnya. Ckckck.

Astaga, belum lagi harus merangkak sambil nyari-nyari pohon dan akar yang bisa dijadikan pegangan. Kalau ngebayanginnya sekarang, saya kagum sama diri saya sendiri..wkwkwkwkwkw.

Apalagi saat kita sudah sampai diatas dan melihat betapa tinggi dan terjalnya jalan yang baru kami lewati.

Udah..ah..perjalananan hari pertama rangkaian tour dsemaka itu bener-bener nggak bisa dilupain. CHEBOOKLAHHHH!! pokoknya (meminjam istilah mas @duniaindra).

Buat teman-teman yang mau mencoba adrenalin pas ke Way Lalaan, mintalah untuk diantarkan ke Way Lalaan 2 yang pulangnya lewat jalur evakuasi. Dijamin kaki gemetar kayak saya…hihihi.

Lega..saat sudah sampai diatas dan melihat hamparan sawah milik warga. Akhirnya…petualangan hari itu selesai.

Sore itu kami menutupnya dengan pesta duren asli Semaka yang pohonnya banyak berdiri diatas air terjun Way Lalaan. Gosip-gosipnya panitia harus merogoh kocek Rp. 600ribuan untuk mentraktir kami, peserta Tour Semaka :D.

Terima kasih buat panitia dan penyelenggara Festival Teluk Semaka (spesial om Yo yang udah mention buat ngajakin acara festival ini), dan mas-mas panitia yang begitu setia dan sabar dengan kelakuan kami yang sedikit menguji iman (banyak maunya) haha.

foto way lalaan

Mbak Donna, saya, Karina. Foto: @Nurullnoe

foto keluarga

Foto keluarga. Foto: @alannobita

waterfall way lalaan

Pesta Duren. Foto: @eviindrawanto

Terima kasih untuk kenangan yang indah ini ^^

Miss Youuuuu all

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s