Anak Jaman Sekarang

anak kecil

Ilustrasi, cr :unosites.blogspot.com

“Kenapa sih sekali aja hidupku nggak bisa tenang!”

Pernah ngebayangin nggak anak umur 6 tahun berbicara seperti itu didepan ibu dan adiknya yang baru berumur 1.5 tahun? πŸ˜€
Saya pernah, tepatnya kemarin minggu (16/11), sewaktu saya bersilaturahmi mengunjungi salah satu teman yang baru saja menikah. Anak ini adalah ponakan saya sendiri, anak dari teman, tetangga saya dikampung (Lampung) yang sekarang tinggal di Serang.

Saya melongo waktu mendengar dia berbicara seperti itu, lalu spontan berteriak, “Dek Mpi, kamu lebay banget, deh”

“Yaa..abisnya tante, aku nggak bisa maen, adik Iki gangguan aku terus” jawabnya.

Iya, jadi ceritanya dia sama adiknya lagi main, dia main sepeda dan adeknya pengen ikutan juga. Jadilah ada drama memperebutkan sepeda sampai ada kalimat diatas yang bikin saya ketawa ngakak. Bayangin aja, anak-anak umur 6 tahun yang masih imut dengan suara mereka juga yang masih lucu banget, tapi berbicara seperti itu dengan gaya khas orang dewasa lagi ngomong. Kenapa sih hidupku nggak bisa tenang.

OMG.. Helloww πŸ˜€

Saya sampai berpikir, kalimat diatas itu terlalu dewasa untuk diucapkan anak umur 6 tahun, maksudnya nggak biasa aja gitu ada anak-anak yang cara berbicaranya berlebihan seperti itu..hihi.

Apakah ini efek dari tontonan yang ada di televisi (sinetron-drama-dll), atau anak-anak umur segitu memang mudah memperagakan setiap perilaku orang-orang disekitar yang dilihatnya? Entahlah..saya cuma takjub. Hehe.

Tingkah polah anak kecil memang suka bikin kita yang melihatnyapun merasa luar biasa, ponakan saya ini termasuk cerdas, ceriwis kalau lagi ngomong. Saya gregetan kalau lagi ngobrol sama dia. Apalagi waktu dia masih di Lampung, ada saja cerita-cerita lucu yang diceritain emaknya yang bikin saya kangen sama dia. Hehe.

Tapi saya jadi inget cerita yang ramai di sosial media, tentang anak kecil yang terpaksa masuk rumah sakit jiwa karena kebanyakan les/belajar. Kenapa bisa seperti itu, ya? ada yang salahkah dengan cara mendidik dari orang tuanya? Maksud hati mungkin ingin anaknya menjadi pintar dari sejak usia dini, tapi malang, anaknya justru belum kuat untuk menerima semua itu.

Kasian, kalau anak-anak kecil yang harusnya bermain dipaksa untuk mencerna pelajaran. Kasian kalau mereka tertekan dengan pekerjaan rumah yang ditugaskan oleh guru-gurunya di sekolah. Kita saja yang sudah dewasa akan stress jika dijejali berbagai macam masalah. Apalagi anak kecil yang pikiran dan jiwanya masih begitu bersih untuk berpikir yang berat-berat.

Ya Tuhan, semoga kelak kalau saya diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu, biarkan saya menjadi seorang ibu yang baik, yang bisa mendidik anak-anak saya dengan baik juga. πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s