E-KTP, Buruh dan Eyang Subur

buruh bukan budak
Buruh bukan budak. Photo by:berita antara

Yang pertama saya pengen ngomongin Eyang Subur dulu.

Setelah dihebohkan dan digemparkannya dunia oleh sumpah serapah dari Arya Wiguna buat Eyang (ini panggilan apa nama asli ya? Kalau nama asli nggak sopan banget semua orang manggil dia eyang, padahal kan udah tua) munculnya berita Eyang Subur dan pengikut-pengikutnya ini seperti menghipnotis semua kalangan untuk mengikuti semua berita tentang mereka, di tambah istri-istri eyang (lagi-lagi eyang) striping di beberapa stasiun tv, mengumbar keharmonisan keluarga mereka, bagus sih, kalau memang harmonis, bahagia dan akur. Saya rasa kita juga nggak baik menghancurkan kehidupan rumah tangga dan keluarga orang lain yang sudah bahagia.

Apalagi sampai mempengaruhi kondisi mental anak-anak dari Eyang dan istri-istrinya yang banyak dan kayak girlband itu, kompak banget dandanan mereka kalau muncul di tv, dengan pemberitaan yang memaksa untuk orang tua mereka bercerai, siapapun pasti nggak mau, ya? (sorry, saya bukan pendukung poligami).

subur
Eyang & istri-istrinya. photo by:liputan6.com

Semakin miris ngeliat perkembangan kasus ini pas nonton acara debat (atau apa gitu) disalah satu stasiun tv, antara pengacara masing-masing dan juga dari ahli hukum (saya juga nggak ngerti-ngerti banget tentang hukum-tapi apa yang ada dalam Al-Quran, menurut saya itu benar).

Semua orang merasa benar dengan pendapatnya, sampai-sampai ada adegan yang sepertinya emosi banget ya dari pihak eyang, yang lain tenang-tenang aja tuh.

Apa sebaiknya nggak usah terlalu di ekpose banget berita pemaksaan eyang untuk menceraikan istrinya, udah cukuplah, semua berita perceraian dari kalangan artis aja yang semakin banyak terjadi, nggak usah di tambah dengan eyang. Kalau emang keluarga mereka bahagia, ya udah biarin aja. Fokusin aja masalah penistaan agama yang dilaporin sama si Adi itu.

Note : Eh, saya kok sok tau banget ya :ngakak

Yaudalah..kita lupain aja si eyang ini.

Sekarang saya pengen ngomongin masalah buruh, yang akhir-akhir ini juga lagi ramai diberitakan. Miris, miris banget dengernya, ya?
Semalem saya nggak sadar sampai meneteskan air mata nonton berita dan ketika salah satu buruh di wawancarai sama wartawan tv, mata mereka terlihat nggak berdaya, kuning, pucat, menyerah dan pasrah 😦

Demi Allah SWT, si pengusaha yang sudah memperbudak karyawannya dengan cara yang nggak manusiawi itu bener-bener biadab dimata saya. Manusia macam apa yang kejam seperti itu? menyiksa dan memperkerjaan saudaranya sendiri dengan cara keji seperti itu. Masya Allah.

Melihat kamar tidur mereka, tempat mereka berkerja, kondisi mereka, bener-bener nggak layak. Dan apa mereka (oknum-oknum aparat lainnya) nggak punya sedikit hati melihat itu? Dan semakin miris ketika mengetahui kalau si pengusaha ini kakak ipar seorang kepala desa di tempat kasus ini terjadi. Astaqfirullah..begitukah jiwa seorang pemimpin? membiarkan rakyatnya tersiksa (apa karna buruh-buruh itu bukan dari daerah mereka?)

buruh
Buruh Pelabuhan. Photo by:doktorseducati.blogspot.com

Bukan karena kebanyakan buruh berasal dari daerah yang sama dengan saya (Lampung) sehingga saya sedih dan ikut peduli, ya. Tapi sebagai manusia, saya membayangkan bagaimana jika salah satu buruh itu ada anggota keluarga saya atau yang saya kenal. Ya Allah..semoga rezeki dariMU mengalir untuk mereka-mereka yang merasa terdzalimi sama orang-orang yang kejam.

Betapa Indonesia negara kita tercinta ini semakin nggak karuan, ya.

Ok..semoga kasus perbudakan ini nggak terulang lagi, ya..semoga kita juga semakin bersyukur dengan pekerjaan yang didapat sekarang. Masih banyak orang-orang yang kesulitan dan susah dari pada kita.

Terakhir saya mau ngomentarin E-KTP

Berita terakhir yang saya baca, bahwa E-KTP itu nggak boleh di photo copy terlalu sering, berdasarkan surat edaran dari pemerintah, katanya bakal merusak chip yang ada di e-ktp tersebut.

Hmm, E-KTP saya sudah 2 kali diphoto copy, berpengaruh, kah? karena yang saya lihat nggak ada tuh, nampak chip yang disebut-sebut sama pemerintah (dari iklan yang seperti sim card kartu seluler), yang ada cuma hologram. Nggak ngerti juga sebenernya kayak gimana.

Inilah bodohnya saya sebagai warga negara Indonesia (hehe) menurut dan menerima saja apa yang pemerintah, perintahkan. Untungnya nggak disuruh bayar. Walaupun tetep sih bayar ke kurir yang nganterin KTP yang udah jadi itu kerumah, 1 KTP Rp10ribu, 1 rumah 5 orang, hitung deh berapa rupiah yang di dapat menjadi kurir pengantar KTP. Aiih.

e-ktp
E-KTP. Photo by:e-ktp.com

Eh, barusan baca lagi, judul berita “Ingat, E-KTP yang ada saat ini belum memiliki chip” dan didalamnya ada komentar mendagri, Gamawan Fauzi. Menurutnya, baru pada awal 1 Januari 2014, KTP yang memiliki chip itu akan dibagikan. Sementara KTP non elektronik akan ditarik seluruhnya.*

Lah..kenapa nggak sekalian aja bikinnya, apa nggak pemborosan tuh? seneng banget nih pemerintah merepotkan diri sendiri, ntar sibuk mempersiapkan pemilihan presiden di 2014, sibuk pula pemerintah ngurusin KTP rakyat yang dobel-dobel (mungkin). Semoga nggak capek aja ya bapak-bapak dan ibu-ibu dipemerintahan sana, nggak juga anggarannya dipake buat korupsi. Semoga.

Sosialisasinya harus dari sekarang dan saat pembagian KTP baru harus diberitahu juga kesemua warga, agar nggak salah informasi. Seperti yang sekarang ini, saya sudah hampir merasa khawatir karena E-KTP yang saya punya sudah beberapa kali di photo copy, yang ternyata belum berpengaruh juga. Coba kalau saya nggak baca berita (dan nggak semua rakyat Indonesia membaca berita yang update di internet).

Baiklah, sepertinya sudah kepanjangan banget nih.

-Akhirnya saya bisa nulis panjang lebar diblog ini, setelah semingguan yang lalu bergalau-galau ria 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s