Kartu Lebaran di Bulan Ramadhan

Kartu Lebaran

Dulu waktu masih sekolah, dari SD sampai SMA, aku suka banget mengoleksi kartu lebaran, dari yang jelek sampai yang wah, dari meminta sampai membeli sendiri atau dari pemberian saudaraku. Dan dari semua itu aku juga suka banget mengirim kartu lebaran ke saudara-saudara yang jauh setiap lebaran datang sebagai pengganti silaturahmi, karena saat itu handphone belum seramai sekarang yah. Yang bisa begitu gampangnya kita bisa mengucapkan langsung kata maaf di hari raya ldul Fitri.

Karena hobi, aku sering mengamati bentuk-bentuk kartu lebaran yang unik yang aku punya, yang bukan hanya terbuat dari kertas yang aku temui.

Jadi, waktu itu saat aku kelas 2 SMA, tahun 2003. Di kampungku untuk menyambut lebaran, pas puasanya semua pemuda-pemudinya mengadakan rapat. Kami waktu itu merencanakan untuk jalan-jalan lebaran ke Pantai Pasir Putih di daerah Tarahan, Lampung Selatan. Biaya perorangnya Rp. 15.000,-. Namanya di kampung uang 15ribu sudah cukup beban buat kami, apalagi saat itu kami masih sekolah.

Aku berempat dengan sahabat-sahabatku berfikir, gimana caranya bisa ikutan jalan-jalan itu. Waktu itu sih kita bertekad nggak mau meminta ke orang tua untuk dana jalan-jalannya. Kalau nggak ada uang yah kita nggak usah ikut. Tapi mikir lagi, rugi dong rasanya..masa sih sebagai remaja paling aktif di kampung waktu itu malah nggak ikutan..hehehehe. (justru kita yang ramai mempromosikan acara jalan-jalan itu).

Kita mencari akal, gimana supaya bisa mendapatkan uang untuk acara jalan-jalan dan nggak merepotkan orang tua masing-masing.

Awal-awalnya setiap tarawih dibulan ramadhannya kita kebingungan, mau minta ke siapa uangnya, kita harus melakukan sesuatu nih untuk mendapatkan uang itu.

Aku punya ide! teriakku, ketika selesai shalat tarawih dimasjid bersama.

Ide apaan..? tanya teman-temanku. Jumi, Ria dan Sumi.

Setelah shalat tarawih bubar, kita nggak langsung pulang, karena memang kita selalu punya jadwal untuk tadarusan dimasjid bersama teman-teman yang lainnya juga. Sebagai remaja yang cukup aktif di kampung, kami memanfaatkan kegiatan itu untuk memperat kebersamaan dengan warga lainnya. Kami mencari tempat untuk berdiskusi didalam masjd, sementara yang lain sudah memulai tadarusan.

Begini, gimana kalau kita bikin kartu lebaran, trus dijual dan uangnya bisa kita buat patungan jalan-jalan ke pantai, maksudnya untuk kita berempat saja, kalau misal target kita berhasil, dan ada sisanya baru kita bagi ke yang lain. Aku menjelaskan, tentunya menggunakan bahasa daerah yang selalu kami pakai di kampungku yaitu bahasa Palembang..

Caranya gimana? Emang bikin kartu lebaran gampang, terus siapa yang mau beli kalau udah jadi dikampung? tanya mereka.

Sebenernya ide itu muncul begitu saja saat aku lagi mengingat sebuah kartu lebaran saudaraku dikota, satu kartu lebaran berbentuk wajah kartun Mickey Mouse yang terbuat dari kardus bekas yang di hias dan diukir menggunakan spidol, dan itu menurutku sebuah kreativitas yang keren banget. Disaat orang-orang membeli kartu lebaran di toko buku yang gambar-gambarnya bagus, teman saudaraku itu hanya dengan membuatnya sendiri saja dari barang bekas dan hasilnya menjadi unik, berseni dan tampil beda. Ide itu langsung ku utarakan ke teman-temanku. Mereka masih bingung, aku juga belum yakin.

Keesokan harinya, aku dan ketiga temanku berkumpul dirumah Ria setelah pulang sekolah, kebetulan Ria punya warung, yang pastinya diwarung punya kardus-kardus bekas, seperti bekas mie instant. Malam sebelumnya kita sudah mencatat barang-barang apa saja yang dibutuhkan untuk eksekusi pembuatan kartu lebaran dari kardus bekas itu. Dari pensil, spidol warna, benang, gunting, lem dan alat-alat lainnya. Lalu kami kumpulkan dan mulai menjalankan ide itu.

Karena idenya berawal dariku, aku yang harus bisa mencontohkan pertama kali seperti apa bentuk sebuah kartu lebaran yang akan kami buat tersebut. Pertama, aku membuat pola di kertas gambar, temanku yang lain mulai melepas bagian luar kertas-kertas kardus yang akan menghasilkan berbentuk gerigi atau bergelombang-gelombang dibagian dalamnya. Mereka mulai mengerti apa yang aku maksud. Lalu kami mulai mencoba membuat sebuah kartu lebaran. Awalnya memang tidak berhasil, terlihat aneh. Apalagi wajah mickey mouse yang kadang telinganya besar sebelah, kami juga kebingungan untuk menggambarnya. Karena dari kami berempat, sedikitpun nggak ada yang punya darah seniman. Jadi perpaduan warna dan kata-kata yang kami buat sangat aneh.

Tapi, mungkin karena sebuah niat dan tekat yang bulat kami harus menghasilkan sesuatu di bulan ramadhan untuk mendapatkan uang, untuk dana jalan-jalan ke pantai. Tuhan memberikan jalannya.

Setiap hari kami terus belajar, karena waktu yang sedikit, selain sekolah dan pulangnya selalu sore, kami juga punya perkerjaan rumah untuk membantu orang tua, kami terpaksa memanfaatkan waktu dimasjid selesai tarawih dan tadarusan bersama malam harinya. Atau setelah shalat shubuh.

Teman-temanku ternyata tidak kalah kreatif, membuat kartu lebaran yang tidak kalah unik dari yang kucontohkan bahkan hasilnya lebih bagus, dengan menambahkan pernak pernik dari apa saja lalu ditempel dan menjadi cantik, mencampur cat warna dengan lem untuk melukis..agak aneh memang tapi hasilnya, cukup luar biasa menurutku.

Untuk eksekusi selanjutnya, setelah agak terkumpul banyak, koleksi kartu lebaran yang kami buat mulai ditawarkan ke teman-teman lainnya, memang sih kartu lebaran itu tidak trend dan sesuatu yang jarang sekali ditemukan kalau dikampung-kampung, karena banyak yang bertanya

Apa sih ini?, buat apaan? kalau dijelaskan juga, mereka kebanyakan bertanya lagi, buat apaan kartu lebaran dikampung? Toh setiap hari juga ketemu. Kami berfikir Iya juga sih..hehe.

Aku dan teman-teman berfikir lagi, siapa dong yang mau membeli hasil kreasi kami ini. Tapi iseng-iseng kartu-kartu itu aku bawa ke sekolah, kutawarkan ke teman-teman lain dikelasku. Mereka kebanyakan memuji tapi nggak ada yang mau membeli. Keren loh, Mel, kreatif banget puasa-puasa gini bikin kartu lebaran.. dan pujian-pujian yang lain.

Tapi alhamdulillah, bulan ramadhan itu adalah bulan penuh berkah. Selagi membuat kami juga giat menawarkan kartu-kartu lebaran itu ke orang-orang yang kebetulan lewat, yang sedang belanja diwarung, dimasjid saat shalat berjamah, disekolah.

Dari harga yang paling murah seharga lima ratus rupiah dan termahal lima ribu rupiah. Usaha kami itu membuahkan hasil, ada beberapa anak-anak SMP yang membeli, juga beberapa warga. Bahkan kami mendapatkan pesanan, nggak banyak sih. Wah senangnya, aku dan ketiga temanku itu cukup bangga. Akhirnya selama hampir 3 minggu kami mengerjakaan membuat kartu lebaran selama lebaran, kreasi yang kami buat dengan mengambil contoh dari orang lain mendapat hasil dan mendapat apresiasi dari orang lain.

Karena ada seorang teman yang membeli karya kami itu, kartu lebarannya tidak untuk dikirim ke orang lain sebagai ucapan, melainkan dipajangnya di rumah. Karena katanya, dia senang melihat kreatifitas kami dan kegigihan kami.

Walaupun hasilnya nggak banyak, karena pas banget cukup untuk dana ke pantai setelah lebaran kami berempat bahkan bisa dibilang kami nombok, setelah dikurangi biaya awal, yaitu Cuma Rp. 50.000. Tapi itu membuatku dan teman-teman bahagia banget. Selain kami punya kegiatan di bulan ramadhan, kami juga bisa jalan-jalan lebaran tanpa meminta ke orang tua untuk dana-nya. Anyway, aku merasa itu adalah kali pertama aku bisa menghasilkan uang sendiri. Begitu juga teman-temanku yang lain.

Pikirku, nggak sia-sia aku punya hobi ngumpulin kartu lebaran yang bisa menjadi inspirasiku disaat sedang membutuhkan uang sewaktu bulan ramadhan dan untuk menyambut lebaran. Alhamdulillah. Tapi sekarang hobi itu kutinggalkan..karena sms lebih gampang :D, tapi sekali waktu aku masih suka mengirim kartu lebaran ke sahabat-sahabatku.

foto jadul

Foto Jadul, 2003. Sum, Ria, Aku, Jum (Juminten).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s