Terharu

dari google

Tadi pagi, waktu di dalam angkot 32 yang ku tumpangi sudah dekat dengan pertigaan Talang, Kedung Halang, Bogor, ada 2 orang penumpang naik yang menyentuh perasaanku. Sepasang suami istri. Aku tuh orangnya gampang terharu atau emosional, dan kadang nggak kerasa menitikkan air mata kalau melihat atau menemukan hal yang membuat tenggorokanku tercekat. Seperti di angkot pagi tadi, ketika melihat adegan mengharukan di mataku.

Suami istri yang sudah sama-sama tua, mungkin umurnya di atas 55 tahun, tapi nggak tau benarnya, karena sekarangkan kadang umur seseorang tidak sesuai dengan fisik yang dimiliki, (contoh, aku kadang masih dikira umur 20 tahun oleh temen-temen tanteku^_^) *sok imut!

Sepasang suami istri itu, si kakek sakit. mungkin seperti struk gitu, tangannya kaku, jalannya pelan agak berjinjit dengan di papah oleh istrinya. Kami di dalam angkot, harus sabar menunggu si bapak itu naik, karena memang perlu hati-hati supaya nggak terjerembab karena nggak bisa menahan tubuhnya. Sedangkan si istrinya ini juga sudah tua. Subhanallah, si istri begitu sabar memapah menggandeng tangan suaminya menaiki angkot, apalagi mereka sudah sama-sama tua (kakek-nenek). Nggak kerasa air mataku hampir jatuh melihat adegan itu (hiks). Aku terharu melihatnya, begitu sabarnya si istri. Aku berfikir, bagaimana jika aku menjadi nenek itu? Aku orangnya bisa sabar, tapi untuk jalan, aku termasuk orang yang nggak bisa berjalan pelan-pelan, mbaku sering marah-marah kalau lagi jalan denganku, temen-temenku juga suka komplen, jalan kok kayak dikejer setan :D. Terbayang, jika aku yang menjalani peran nenek-kakek itu. Apa aku bisa seperti itu? Apa aku bisa sampai seperti itu? Bersabar menghadapi seseorang di sampingku yang tidak berdaya dengan keadaan/berjalan?. Rasanya kok, aku gregetan kalau ada orang yang jalannya klemer-klemer kayak belum makan, tapi jelas berbeda kalau seseorang itu sedang sakit. Tapi tetep apakah aku bisa sesabar itu?

Entah kenapa tiba-tiba lagunya Stay-Dangshinunanun Bahboimnida, yang sedang ku dengar dari handphone menambah suasa hatiku menjadi melankolis melihat adegan yang benar-benar membuatku tersentuh itu. Aku langsung memejamkan mata, merapatkan gigiku menahan tangis haru.

Ya Tuhan betapa romantisnya yang kulihat dan menyedihkan. Sebuah kasih sayang yang tulus mampu membuat seseorang bertahan, sebagai perempuan, mungkin nenek itu sudah menjalani perannya sebagai istri dengan sempurna. Aku melihatnya iri.

*Gambar dr Google

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s