Pilih Cabe atau Pacar?

gambar dari google

Ini postingan agak ibu-ibu banget sih agak nggak nyambung juga, yang sudah menjadi ibu rumah tangga mungkin lebih tau mohon pencerahannya 😀 .

Pas lagi di kantin waktu makan iang

Saya : Bude, kok nggak ada sambel sih, cabe juga nggak ada??

(Bude=Ibu Kantin)

Bude : Ya ampun Mell.. ora usah tekon tekon lombok sek yo! aku mumet iki

Ngopo toh Bude? Aku ora iso maem de, nek ora ono lombok e.. piye iki?? melasku agak panik sedikit (nggak segitunya kok). Selanjutnya pakai Bahasa Indonesia aja yah :D.

Si Bude bilang kalau harga cabe lagi melambung tinggi banget, alias pedes banget, meroket banget pokoknya mahal banget deh..melonjak tajamgilaaa!! Jadi nggak usah tanya-tanya cabe atau sambel dulu oke?!.

Wiii.. sebagai pecinta cabe (walau nggak gila-gila banget sih) aku ngerasa tersiksa kalau makan nggak ada rasa pedesnya..hmm, kalau nggak ada sambel aku lebih baik menggigit cabe aja deh biar makannya lebih kerasa.

Emang berapa sih harga cabe, tanyaku? Yah sebagai perempuan sejati (halah) aku harus belajar tau untuk mengetahui harga-harga kebutuhan pangan dipasaran, belajar memaklumi juga ketika kita membeli sesuatu tapi tidak sesuai dengan apa yang kita terima atau yang sudah kita bayar.

Dan terakhir yang kudenger harga cabe sampai 60 ribu/kilo dari plurk. Pantesan si Bude sewot waktu aku tanya sambel atau cabe..hahahaha. Kok bisa yah harga cabe bisa ngalah-ngalahin harga ayam? Hampir sama dengan harga daging pula. Ternyata saudara-saudara, nggak cuma harga cabe yang naik tapi beberapa jenis sayuran yang lainpun ikut-ikutan naik. Si Bude bilang, yah maklum aja deh sudah biasa setiap menjelang hari raya harga-harga bahan pokok jadi pada naik. Tapi sampai sekarang aku nggak pernah tau penyebab harga-harga kebutuhan pangan itu naik karena apa?, aku cuma taunya kalau harga beras itu disebabkan karena gagal panen, (semua sayuran kaleee kalau gagal panen stoknya jadi terbatas, jumlah permintaan lebih besar dari pada persediaan). Iyaaa..tapi penyebab gagal panennya itu apa? Oke, kalau beras kemungkinan karena sawahnya terendam banjir nah kalau yang lainnya?

Mengutip wacana dari harian kompas, salah satu penyebab harga- harga kebutuhan pangan jadi pada naik. Pada tahun ini, musim kering memang lebih pendek dari tahun-tahun sebelumnya. “Sayur-mayur pada saat panen seperti sekarang mudah membusuk karena hujan masih cukup banyak, Hal tersebut mengakibatkan pasokan di pusat produksi berkurang sehingga mengakibatkan harga naik.

Kalau sudah tau kenapa aku masih tanya yah? Ya itu tadi, aku cukup pusing kalau harga cabe naik. Di sebuah group facebook juga ada pertanyaan, Harga cabe lebih mahal dari daging…pilih ngga makan cabe atau ngga makan daging?? lalu kujawab dengan analogi yang maksa pilih nggak makan daging dong, hidup nggak makan cabe mending jomblo aja deh 😀 Nah, kalau ada pertanyaan lagi, pilih pacar atau cabe?

Jawabanku? yang pasti aku lebih pusing menjawabnya..hehe.

gambar dari google

Ngiler nggak sih liat cabe ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s